Bagikan berita ini ke teman !

​Dalam rangka menyongsong semester kedua tahun ajaran 2025/2026, SD Negeri 31 Jati Tanah Tinggi mengambil langkah proaktif untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan melalui penyelenggaraan kegiatan In House Training (IHT). Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu dan Kamis, tanggal 17 hingga 18 Desember 2025 ini, mengangkat sebuah tema yang sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan modern, yaitu “Pembelajaran Inovatif Tutor Aktif”. Selama dua hari penuh, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIB, suasana Ruang Pertemuan sekolah tampak sangat dinamis dengan kehadiran seluruh majelis guru dan tenaga kependidikan yang penuh antusias mengikuti rangkaian materi. Tidak hanya diikuti oleh internal sekolah, kegiatan ini juga dihadiri dan dipantau langsung oleh Penilik Sekolah, yang memberikan dukungan penuh terhadap upaya pengembangan profesionalisme berkelanjutan bagi para pendidik di lingkungan SD Negeri 31 Jati Tanah Tinggi.

​Pelaksanaan IHT ini merupakan bagian integral dari agenda rutin sekolah untuk menyegarkan kembali semangat mengajar sekaligus menyelaraskan persepsi mengenai strategi pembelajaran yang akan diterapkan di semester mendatang. Sebagai lembaga pendidikan yang berkomitmen pada kualitas, SD Negeri 31 Jati Tanah Tinggi memahami bahwa kunci utama keberhasilan siswa terletak pada kualitas para gurunya. Oleh karena itu, kegiatan ini dirancang secara komprehensif dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing. Fokus utama dari pelatihan ini adalah memastikan bahwa setiap guru tidak hanya siap secara administrasi, tetapi juga siap secara mental dan metodologi untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih bermakna, interaktif, dan berpusat pada siswa di ruang-ruang kelas nantinya.

​Pada hari pertama, suasana pelatihan dibuka dengan pemaparan materi yang sangat krusial oleh Ibu Ratna Yuriani. Beliau memaparkan secara mendalam mengenai pembuatan rancangan projek untuk kegiatan kokurikuler pada semester dua. Seiring dengan implementasi Kurikulum Merdeka, kegiatan kokurikuler melalui Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) menjadi pilar penting dalam membentuk karakter siswa. Ibu Ratna menekankan bahwa rancangan projek yang dibuat haruslah kontekstual, menarik, dan mampu menjawab kebutuhan siswa di lingkungan Jati Tanah Tinggi. Dalam sesi ini, para guru diajak untuk berdiskusi kelompok, membedah tema projek, dan menentukan dimensi karakter apa saja yang ingin diperkuat. Dengan adanya bimbingan teknis ini, diharapkan pada semester dua nanti, setiap jenjang kelas di SD Negeri 31 Jati Tanah Tinggi dapat melaksanakan projek yang tidak hanya sekadar menghasilkan produk, tetapi benar-benar menanamkan nilai-nilai luhur kepada peserta didik.

​Melengkapi materi teknis tentang projek, narasumber kedua, Bapak Syahril, M.Pd., membawa materi yang menyentuh aspek fundamental dari profesi seorang pendidik, yaitu tentang perubahan pola pikir atau mindset. Beliau memaparkan materi mengenai transformasi dari pola pikir tetap (fixed mindset) menjadi pola pikir bertumbuh (growth mindset). Menurut Bapak Syahril, tantangan pendidikan di masa depan mustahil bisa dijawab jika guru masih bertahan pada pola-pola lama yang kaku. Seorang guru dengan pola pikir bertumbuh akan melihat tantangan sebagai peluang, kegagalan sebagai sarana belajar, dan keberhasilan orang lain sebagai inspirasi. Sesi ini berjalan sangat interaktif karena para guru diajak untuk merefleksikan diri tentang bagaimana cara mereka menanggapi kesulitan siswa di kelas. Transformasi mental ini menjadi fondasi penting agar tema “Tutor Aktif” dalam IHT ini benar-benar terwujud dalam keseharian mengajar di SD Negeri 31 Jati Tanah Tinggi.

​Memasuki hari kedua, intensitas pelatihan tidak berkurang sedikit pun. Ibu Elisa Eviliona hadir memandu materi tentang Perencanaan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning). Materi ini sangat penting agar guru-guru tidak terjebak pada pembelajaran yang hanya bersifat permukaan atau sekadar mengejar ketuntasan materi dalam buku teks. Ibu Elisa menjelaskan bagaimana merancang alur tujuan pembelajaran yang mampu merangsang kemampuan berpikir kritis siswa. Pembelajaran mendalam menuntut guru untuk mampu mengaitkan materi pelajaran dengan fenomena nyata di sekitar anak, sehingga siswa merasakan kegunaan dari ilmu yang mereka pelajari. Para guru di SD Negeri 31 Jati Tanah Tinggi dilatih untuk menyusun modul ajar yang lebih kreatif, menggunakan metode yang bervariasi, dan memastikan bahwa setiap menit di dalam kelas menjadi pengalaman intelektual yang berkesan bagi setiap anak didik.

​Sesi terakhir dalam rangkaian IHT ini ditutup dengan materi yang sangat teknis namun krusial, yaitu Asesmen Pembelajaran di Kelas yang disampaikan oleh Putri Nelkartika. Beliau menekankan bahwa asesmen atau penilaian tidak boleh lagi dianggap sebagai alat untuk menghakimi kemampuan siswa, melainkan sebagai sarana untuk memperbaiki proses pembelajaran. Putri Nelkartika memaparkan berbagai instrumen asesmen formatif dan sumatif yang inovatif, yang dapat membantu guru memetakan kekuatan dan kelemahan siswa secara akurat. Dengan pemahaman asesmen yang benar, guru-guru SD Negeri 31 Jati Tanah Tinggi diharapkan dapat memberikan umpan balik yang konstruktif kepada siswa dan orang tua, sehingga evaluasi di akhir semester dua nanti benar-benar menggambarkan perkembangan kompetensi siswa secara utuh dan autentik.

​Selama jalannya IHT, partisipasi aktif dari seluruh tenaga kependidikan menunjukkan solidaritas yang kuat di SD Negeri 31 Jati Tanah Tinggi. Para guru tidak segan untuk saling berbagi pengalaman terbaik (best practice) yang telah mereka lakukan di kelas masing-masing. Diskusi antar-guru lintas tingkat kelas ini memperkaya khazanah pengetahuan kolektif sekolah. Penilik Sekolah yang hadir juga memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif sekolah dalam mengadakan kegiatan ini secara mandiri dan terstruktur. Kehadiran pihak penilik memberikan kepastian bahwa arah kebijakan sekolah telah sejalan dengan standar nasional pendidikan, sekaligus memberikan motivasi tambahan bagi para guru untuk terus berinovasi tanpa henti demi kemajuan pendidikan di Kota Padang, khususnya di wilayah Jati Tanah Tinggi.

​Kegiatan IHT yang berlangsung hingga sore hari ini diakhiri dengan komitmen bersama untuk menerapkan seluruh ilmu yang telah didapat. Kepala Sekolah SD Negeri 31 Jati Tanah Tinggi dalam sambutan penutupnya menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh narasumber yang telah bersedia berbagi ilmu, serta kepada seluruh majelis guru yang telah bersungguh-sungguh mengikuti pelatihan di tengah masa libur semester. Beliau menegaskan bahwa investasi terbaik sebuah sekolah adalah pada peningkatan kapasitas gurunya. Dengan selesainya IHT bertema “Pembelajaran Inovatif Tutor Aktif” ini, seluruh elemen di SD Negeri 31 Jati Tanah Tinggi kini merasa lebih siap, lebih percaya diri, dan memiliki bekal yang cukup untuk menyambut kedatangan para siswa di hari pertama semester dua nantinya.

​Secara keseluruhan, IHT ini bukan sekadar pemenuhan kewajiban administratif, melainkan sebuah gerakan transformasi budaya sekolah. Dari perencanaan projek yang matang, pola pikir yang bertumbuh, perencanaan pembelajaran yang mendalam, hingga sistem asesmen yang tepat, semuanya bermuara pada satu tujuan besar: memberikan layanan pendidikan terbaik bagi putra-putri bangsa. Sekolah berharap masyarakat, terutama orang tua siswa, dapat melihat dedikasi para guru ini sebagai jaminan bahwa anak-anak mereka berada di tangan para profesional yang terus belajar dan berkembang. Semoga semangat inovasi yang terpancar selama dua hari di Ruang Pertemuan SD Negeri 31 Jati Tanah Tinggi ini dapat menular ke dalam ruang-ruang kelas dan menghasilkan generasi emas yang cerdas secara intelektual serta mulia secara karakter.

Bagikan berita ini ke teman !

Leave a Comment